Minggu, 30 Desember 2012

Beberapa tipe cinta


Artikel saya kali ini tetap membahas hal yg sama, yaitu cinta. Didalam dunia ini banyak orang yg mungkin memliki cinta yg amat sangat besar terhadap seseorang, tapi apakah anda tahu cinta bisa di golongkan tergantung bagaimana sikap anda dan pemikiran tentang hubungan yg sedang anda jalani?
John Lee dalam bukunya yg berjudul ‘The Colours of Love’ menuliskan tentang beberapa tipe cinta dengan teori lingkaran warna. Lingkaran warna ini adalah sebuah beberapa warna yg komplementer. Lee menjelaskan tentang 3 tipe cinta yaitu tipe Eros, Ludos dan Storge.

Eros adalah perasaan cinta yg beberapa orang menganggapkan ideal. Ciri dari tipe ini adalah sangat memperhatikan fisik, cintanya bermulai dari pandangan pertama dan fisik yg pertama kali dilihat, penuh gairah dan penuh gelora cintanya, sangat sensitive terhadapa ketidaksempurnaan fisik dirinya sendiri maupun pasangannya, memiliki ikatan emosional terhadap orang yg dicintai.

Ludos adalah tipe cinta yg menganggap cinta merupakan permainan. Tidak memiliki komitmen, tidak pernah ada rasa kecemburuan yg sesungguhnya. Tanpa adanya komitmen dan kecemburuan maka tipe Ludos ini menganggap bahwa mereka terbebas dari kecemasan dan akan merasa selalu senang, bagi mereka hal inilah yg dinamakan cinta yg sebenarnya. Tipe ludos ini mudah selingkuh karena baginya cinta adalah sebuah permainan.

Storge adalah tipe orang mencintai seseorang dan menganggap hubungannya sama seperti persahabatan. Biasanya dalam tipe ini jarang ada ucapan cinta seperti ‘aku sayang kamu’. Namun meskipun begitu Ludos memiliki komitmen dan kepercayaan yg kuat terhadap pasangan. Ludos tidak menjadikan seks dan fisik menjadi hal yg utama, baginya komitmen dan kepercayaan saja sudah cukup.

Namun ada juga tipe cinta yg dikombinasikan antara Eros, Ludos, dan Storge.
1.       Tipe cinta kombinasi Eros dan Ludos
·         Cinta yg penuh dengan rasa kecemburuan dan takut kehilangan sehingga cenderung posesif dan terlalu mengatur.
·         Cinta yg obsesif dan intens.
·         Adanya kebutuhan yg sangat besar untuk dicinta dan jaminan cinta akan terus bertahan selamanya.
2.       Tipe cinta pragma (kombinasi Ludos dan Storge)
·         Bagi mereka cinta dipandang sebagai sesuatu yg mudah
·         Pragma juga mempertimbangkan faktor kesamaan. Misalnya umur, tingkat pendidikan, etnis, pekerjaan, dan lainnya.
·         Mendetail dalam mencarai pasangan.
3.       Tipe agape (kombinasi eros dan storge)
·         Menyampingkan kepentingan pribadi
·         Cinta dilihat sebagai persahabatan

Termasuk yg manakah anda dalam mencintai seseorang? J



Rabu, 19 Desember 2012

CINTA

Kalian mungkin sudah tau apa itu cinta sebenarnya,bahkan pasti diantara kalian sudah sering merasakannya.
Tapi apakah kalian paham tentang arti cinta yg spesifik itu sendiri? Banyak diantara kita yg sering mengatakan 'Aku cinta kamu' 'I love you' atau kata-kata cinta yg mengungkapkan perasaan lainya. Tapi apakah kata-kata cinta yg terucap itu benar-benar terbukti adanya atau hanya ucapan semata?

Jika membahas tentang cinta, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas rasa sakit yg disebabkan olehnya. Bagi saya, tidak ada cinta yg tidak menyakitkan. Setiap orang yg mencintai pasti rasa sakit juga ikut mendampinginya. Didalam cinta, hal-hal yg menyakitkan itu biasa. Banyak air mata yg tertuang karenanya,sama seperti ada tangis dalam tawa. Hal ini tak lain karena Tuhan menginginkan kita untuk merasakan banyak rasa dalam hidup. Banyak warna dalam hari.

Cinta adalah kuatmu dalam bertahan, kuatmu dalam memaafkan segala kesalahan. Cinta itu sabar. Tapi apakah cinta bisa terus menerus sabar jika apa yg kita lakukan sudah tidak dihargai lagi? TIDAK! Cinta sejatinya adalah saling memberi dan saling menghormati. Jika apa yg kalian beri terhadapa pasangan dan dia tidak bisa menghargainya dan tetap melakukan hal sama secara terus menerus, maka saya bilang, anda mencintai yg salah. Tidak tidak... Bukan perasaan anda yg salah, namun orang yg kalian pilih. Berarti anda memilih orang yg memandang anda sebagai orang yg paling mencintainya sehingga dia bisa berlaku semena-mena terhadap anda.  Bayangkan jika orang yg hanya berfikir ada orang yg sangat mencintanya dan dia tidak merasakan hal yg sama juga, dia pasti memiliki pandangan bahwa "tidak apa-apa saya berlaku semena-mena terhadap dia, toh juga dia akan terus memaafkan,lagipula dia sudah terlanjur cinta mati sama saya". INI PEMIKIRAN ORANG YG TIDAK MENGERTI CINTA!! Makanya tadi saya bilang anda mencintai orang yg salah.

Cemburu..Hal ini juga ikut serta dalam hal perjalanan cinta. Semakin besar rasa cintamu terhadap pasangan maka semakin besar juga rasa cemburu itu. Namun salah jika kita terlalu cemburu berlebihan. Misalnya hanya berbicara dengan orang lain saja kita cemburu buta. Ini salah.  Jika anda mencitai orang yg benar, maka dia mengerti bagaimana menjaga perasaan anda.

Putus cinta itu memang menyakitkan.Tapi positiflah, Tuhan mengambil dia dari hidupmu untuk seseorang yg Tuhan rencanakan lebih baik darinya. Move on amatlah susah untuk seseorang wanita yg benar-benar mencintai seseorang. Tapi untuk pria adalah hal yg mudah karena pria tidak diciptakan dengan perasaan yg amat peka. Move on hanya butuh waktu bukan kecepatan. Anda tidak harus melupakan  memorinya, tapi yg anda lakukan hanya membiarkannya pergi, dan semua akan berjalan dengan semestinya. Ingat,pelangi tidak akan muncul jika tidak ada hujan.

Banyak orang yg memandang berpacaran hanya menjalaninya saja,tanpa membuatnya berkesan, bermakna, dan bahagia yg tidak bisa orang lain lakukan. Bagi saya ini adalah pacaran yg hanya mengikuti,tidak 'membuat'. Pacaran seperti ini banyak ita temui, mereka hanya bersama layaknya teman tanpa memahami karakter dan sifat masing-masing. Pacaran seperti ini yg bukan merupakan cinta sejati. Apakah anda dan pasangan termasuk ke dalam sini? Mari perbaiki lagi dan mengertilah karakter dan sifat satu sama lain.

Sekian dulu tulisan saya tentang cinta kali ini. Maaf jika ada yg kurang berkenan :D

Rabu, 14 November 2012

Love is when....

Love is when my smile looks beautiful whenever I remember him.
Love is when my eyes are amazing since he is the only one I see.
Love is when I'm dreaming a fairy tale of us because I think about him everyseconds I have.
Love is when I'm angry with him and forgive him in the same time.
Love is when he looks cool more than everyone I see :)
by: @evaruspita

Jumat, 19 Oktober 2012

Latar Belakang Ilmu Budaya Dasar bagi mahasiswa Psikologi

 Latar belakang ilmu budaya dasar Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1.Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
2.Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
3.Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

Penerapan Ilmu budaya dasar dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan Ilmu Budaya dasar dalam kehidupan Sehari-hari, sebagian kita sudah bahas dalam definisi diatas, bahwa kita sebagai manusia secara sadar atau tidak sadar sering berinteraksi antar teman, masyarakat, ataupun keluarga. Inilah yang disebut Penerapan Ilmu budaya dasar dalam kehidupan kita. Dimana yang dimaksud Budaya diatas adalah bagaimana kita harus bersikap dalam aspek kehidupan yang berbeda-beda sehingga kita dapat menempatkan diri pada situasi apapun yang akan kita hadapi. Dalam penerapan Ilmu ini faktor pendukungnya antara lain adalah agama atau kepercayaan kita terhadat Tuhan. Dimana dalam agama itu sendiri sudah pasti diajarkan bagaimana kita harus menjaga interaksi kita terhadap Tuhan dan sesama manusia, agar tercipta hubungan yang harmonis dalam kehudupan. Inti dari ilmu budaya dasar dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu sejauh apa ilmu budaya dasar dapat mempengaruhi sikap dan tata cara kita dalam bermasyarakat. Bila kita sudah mempunyai dasar yang kuat, dapat diyakini bahwa kita akan dapat membawa diri dalam masyarakat. Tujuan dasar dari IBD ini tidak lain adalah untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji berbagai persoalan budaya serta persoalan yang dihadapi manusia. Selain itu IBD tidak bermaksud menggambarkan disiplin ilmu yang merujuk hanya satu bidang saja, melainkan mengambarkan berbagai disiplin ilmu termasuk di dalamnya pengetahuan budaya (the humanities).
Di samping itu, IBD turut serta dalam pengembangan kerpibadian bagi kita yang mempelajarinya. Dengan mempelajarinya kita memperoleh banyak wawasan dan pemikiran. Sehingga dengan begitu kita bisa menjadi lebih kritis terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut diri kita, orang lain mapun alam sekitar kita. Namun demikian, untuk memenuhi tujuan ideal tersebut, IBD dengan
 sendirinya memberikan harapan kepada kita seperti berikut :

1. Mengusahakan penajaman dan kepekaat pola pikir kita terhadap lingkungan budaya, sehingga kita lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama untuk kepentingan setiap individu. 2. Memberikan kesempatan bagi kita semua untuk memperluas wacana tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia maupun berbagai persoalan budaya.
3. Mengkader kita untuk menjadi individu yang toleran dan tidak terjerumus dalam sifat kedaerahan, fanatisme agama, maupun ras atau golongan. Hal ini karena ruang lingkup pendidikan yang kita rasakan saat ini cenderung membuat setiap manusia berpandangan sempit, mementingkan golongan dan lain sebagainya.
4. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah.

Jumat, 05 Oktober 2012

Ilmu Budaya Dasar


17APR/110
PENGERTIAN DAN TUJUAN, SERTA RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Sebelum kita membahas lebih jauh apa itu “ilmu budaya dasar”, untuk lebih memahaminya kita akan membahas apa itu “ilmu”, dimana pada makalah ini akan ada beberapa pendapat dari pakar-pakar ilmu pengetahuan.
Secara bahasa Ilmu berasal dari bahasa arab ‘alima, ya’lamu, ‘ilman, dengan wazan fa’ila, yaf’alu, yang berarti : mengerti, memahami benar-benar. Sedangkan secara istilah, ada banyak sekali pendapat tentang itu, seperti pendapat :
1. Muhammad Hatta mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hokum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabi’atnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
2. Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak.
3. Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
4. Ashley Pearson, guru besar Antropologi di Rutgers University menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari satu pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
5. Harsojo, guru besar Antropologi di Universitas pajajaran, menerangkan bahwa ilmu adalah :
1. Merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan.
2. Suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris, yaitu dunia yang terkait oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indra manusia.
3. Suatu cara menganalisa yang mengizinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan sesuatu proposisi dalam bentuk : “jika…., maka ….”.
6. Afanasyef, seorang pemikir Marxist bangsa rusia mendefinisikan ilmu adalah pegetahuan manusia tentang alam, masyarakat, dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, kategori dan hukum-hukum, yang ketetapnnya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.
7. Definisi ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum sebab-akibat dalam suatu golongan masalah yang sama sifatnya, baik menurut kedudukannya (apabila dilihat dari luar), maupun menurut hubungannya (jika dilihat dari dalam) -Mohammad Hatta-
8. Definisi ilmu dapat dimaknai sebagai akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan -------Suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris.Ilmu dapat diamati panca indera manusia ------- Suatu cara menganalisis yang mengizinkan kepada para ahlinya untuk menyatakan -suatu proposisi dalam bentuk: "jika,...maka..." -Harsojo, Guru Besar Antropolog, Universitas Pajajaran-
Dan secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ).
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah.
2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ).
ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
1.     Pengetahuan budaya ( the humanities )
bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli :[1]
1.     E. B. Tylor, budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain. Serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagi anggota masyarakat.[2]
2.     R. Linton dalam bukunya yang berjudul The Cultural background of personalitymenyatakan bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari sebuah tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentuknya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertent[3]
3.     Koentjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
4.     Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi, mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
5.     Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.[4]
6.     Bronislaw Malinowski, Adalah keseluruhan kehidupan manusia yang integral yang terdiri dari berbagai peralatan dan barang-barang konsumen, berbagai peraturan untuk kehidupan masyarakat, ide-ide dan hasil karya manusia, keyakinan dan kebiasaan manusia.[5]
7.     C. Klukhuahn dan W. H. Kelly, mencoba merumuskan definisi kebudayaan sebagai hasil tanya jawab dengan para ahli antropologi, sejarah, hukum, psikologi yang implisit, eksplisit, rasional, irasional terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia.
8.     Dawson dalam buku Age Of The Gods mengatakan bahwa kebudayaan adalah cara hidup bersama (Culture is common way of life
9.     J. P. H. Dryvendak mengatakan bahwa kebudayaan adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam suatu masyarakat tertentu.
10.  Takdir Alisyahbana, mengatakan kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.[6]
Acapkali dikonstatir bahwa dalam masyarakat yang bergabung semakin cepat dan rumit ini, mahasiswa harus mengalami pergeseran nilai-nilai yang mungkin sekali dapat membuatnya masabodoh atau putus asa, suatu sikap yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apasaja yang terjadi atas dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Sudah barang tentu ia perlu dibimbing untuk menemukan cara terbaik yang sesuai dengan dirinya sendiri tanpa harus mengorbankan masyarakat dan alam sekitarnya. Secara tidak langsung ilmu budaya dasar akan membantu mereka untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Berpijak dari hal diatas, tujuan mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1.     Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.     Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.     Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.     menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Jika diperinci maka tujuan pengajaran ilmu budaya dasar itu adalah :[7]
1.     lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
2.     Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
3.     Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
4.     Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
5.     Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan indonesia,
6.     Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
7.     Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
8.     Tidak terjerumus terhadap sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu.
9.     Menambahkan kemampuan mahasiswa untuk menanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat indonesia dan dunia tana terpikat oleh disipin mereka.
10.  Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah        kemanusian dan kebudayaan.
11.  Terjalin interelasi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih       positif dan komunikatif.
12.  Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas          menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
13.  Memperlancar masalah pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang   yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
14.  Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.
15.  Agar mampu memenuhi tuntutan dari tridarma perguruan tinggi, khususnya  darma pendidikan.
Dengan ringkas dapat disebutkan bahwa tujuan IBD secara umum adalah :
Pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas.
3. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :[1]
1.     Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.     Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :[2]
1. Manusia dan cinta kasih
o    Kasih sayang
o    Kemesraan
o    pemujaan
2. Manusia dan Keindahan
o    renungan
o    kehalusan
o    kesarasian
3. Manusia dan Penderitaan
o    rasa sakit
o    kesyahidan
o    siksaan
o    kesengsaraan
o    neraka
4. Manusia dan Keadilan
o    kejujuran
o    pemulihan nama baik
o    pembalasan
5. Manusia dan Pandangan hidup
o    cita-cita
o    kebajikan
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
o    kesadaran
o    pengorbanan
7. Manusia dan kegelisahan
o    keterasingan
o    kesepian
o    ketidakpastian
8. Manusia dan harapan
o    kepercayaan
o    harapan
Dari pengembangan masalah-masalah tersebut diatas, nampak sekali bahwa orientasi ilmu budaya dasar memang tidak terlepas dari masalah-masalah manusia dan kebudayaannya Kedelapan pokok bahasan (beserta sub pokok bahasan) tersebut diatas pada dasarnya termasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya (the Humanities).
Dan sebagai mana dikemukakan, untuk mendekati masalah yang akan dikaji dalam ilmu budaya dasar, baik secara sendiri-sendiri maupun gabungan antar bidang. Perwujudan mengenai cinta kasih, misalnya terdapat dalam karya-karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan lain sebagainya yang semuanya meruakan benda-benda budaya. Untuk itu pokok bahasan mengenai manusia dan cinta kasih dapat didekati dengan menggunakan karya-karya tersebut.
Dengan penyusunan tema-tema semacam itu, dimaksutkan agar mahasiswa lebih mudah dalam mengidentifikasi dirinya dengan masalah yang dibahas dan untuk menunjukkan bahwa hal-hal yang didiskusikan sesuai dengan pengalaman hidup manusia.
Disamping itu agar mahasiswa juga dapat memperhatikan norma-norma yang membantu pendidikan. Walaupun penyusunan semacam itu diharapkan untuk mendekatkan dengan penalaman mahasiswa, masih terbuka kemungkinan untuk menyusaikan dengan kondisi tempat belajar atau daerah setempat.