Selasa, 29 Desember 2015

#SIP Merancang Desain Sistem Informasi Psikologi



Tampilan awal ketika membuka web tes MBTI online adalah kurang lebih seperti ini. Terdapat judul yaitu tes MBTI online lalu penjelasan sedikit mengenai tes ini kemudian ada tombol “MASUK” untuk memulai tes. Ketika memilih “MASUK” maka akan muncul tampilan seperti ini:

setelah itu pilih salah satu dari 2 pilihan dalam 2 pernyataan yang paling menggambarkan diri.

Setelah sampai di pertanyaan terakhir akan muncul “SUBMIT”, untuk menginput semua jawaban yang telah dijawab maka tekan “SUBMIT” dan akan muncul hasil dari jawabannya.

Sabtu, 26 Desember 2015

#SIP AI dan Expert System



Nama: Eva Jayanti Ruspita
NPM: 12512573
Kelas: 4PA08

AI dan Expert System (Sistem Pakar)
Expert system atau sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam. Sebuah sistem pakar memiliki 2 komponen utama yaitu basis pengetahuan dan mesin inferensi. Basis pengetahuan merupakan tempat penyimpanan pengetahuan dalam memori komputer, di mana pengetahuan ini diambil dari pengetahuan pakar. Ada banyak cara untuk merepresentasikan pemgetahuan di antaranya adalah logika, jaringan semantik, object-atribut-value (OAV), bingkai (frame), dan kaidah produksi (production rule). Mesin inferensi merupakan otak dari aplikasi sistem pakar. Bagian inilah yang menuntun user untuk memasukkan fakta sehingga diperleh suatu kesimpulan. Apa yang dilakukan oleh mesin inferensi ini didasarkan pada pengetahuan yang ada dalam basis pengetahuan (Kusrini, 2008)


Kaitan serta perbedaannya
Kaitannya AI dengan sisem pakar adalah sistem pakar merupakan bagian khusus dari AI yang berfungsi sebagai seorang spesialis data satu area fungsional (Umar, 2000). Perbedaan antara kecerdasan buatan dengan sistem pakar adalah kecerdasan buatan merupakan bagian besar, dimana diasumsikan sebagai aplikasi yang dianggap sama cerdasnya dengan manusia dan mencontoh pemikiran manusia (McLeod dan Schell, 2008). Sedangkan expert system adalah bagian khusus dari AI yang merupakan penilaian dari sesuatu yang dianggap sebagai pakar. AI mengacu pada suatu aplikasi dengan cara kerjanya, sedangkan expert system mengacu pada sesuatu yang dianggap pakar dalam bidangnya atau seorang spesialis dalam satu area fungsional.


ELIZA, PARRY, dan NETTALK
ELIZA, PARRY, dan NETTALK merupakan chatterbot. Chatterbot adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk menstimulasikan percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia baik secara audio maupun teks. Chatterbot dikategorikan sebagai kecerdasan buatan (atau artificial intelligence). Sehinggan dapat disimpulkan bahwa ELIZA, PARRY, dan NETTALK merupakan bagian dari artificial intelligence atau kecerdasan buatan.
1.      ELIZA
ELIZA ditulis di MIT oleh Joseph Weizenbaum antara tahu 1964 dan 1966. ELIZA merupakan simulasi dari psikoterapi Rogerian, dan dibuatr seolah-olah percakapan antara psikolog dan pasiennya dan dalam hal ini ELIZA berperan sebagai terapis. ELIZA merupakan chatbotter pertama. Chatbotter merupakan sebuah program komputeryang dirancang untuk menstimulasi percakapan intelektual dengan satu atau lebih manusia secara audio maupun teks.

2.      PARRY


PARRY ditulis tahun 1972 oleh psikiater Kenneth Colby. PARRY mensimulasi dari schizophrenia paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi: penerimaan, penolakan, dan netral). PARRY juga menggunakan strategi percakapan dan merupakan program lanjutan dari ELIZA.


3.      NETTALK
NETTALK  adalah jaringan saraf tiruan. Ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan di pertengahan 1980-an oleh Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg. Maksud di balik NETTALK adalah untuk membangun model sederhana yang mungkin menjelaskan kompleksitas pembelajaran tingkat manusia dalam tugas-tugas kognitif, dan pelaksanaannya sebagai model koneksionis yang juga bisa belajar untuk melakukan tugas yang sebanding.












Sumber:
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Umar, H. (2000). Riset pemasaran dan perilaku konsumen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

McLeod, R., dan Schell, G. P. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Salemba Empat.