Nama: Eva Jayanti Ruspita
NPM: 12512573
Kelas: 4PA08
AI dan Expert System (Sistem Pakar)

Kaitan serta perbedaannya
ELIZA, PARRY, dan NETTALK
ELIZA, PARRY,
dan NETTALK merupakan chatterbot. Chatterbot adalah sebuah program
komputer yang dirancang untuk menstimulasikan percakapan intelektual dengan
satu atau lebih manusia baik secara audio maupun teks. Chatterbot dikategorikan sebagai kecerdasan buatan (atau artificial intelligence). Sehinggan
dapat disimpulkan bahwa ELIZA, PARRY, dan NETTALK merupakan bagian dari artificial intelligence atau kecerdasan
buatan.
1.
ELIZA
ELIZA ditulis di MIT oleh Joseph Weizenbaum antara
tahu 1964 dan 1966. ELIZA merupakan simulasi dari psikoterapi Rogerian, dan
dibuatr seolah-olah percakapan antara psikolog dan pasiennya dan dalam hal ini ELIZA
berperan sebagai terapis. ELIZA merupakan chatbotter pertama. Chatbotter merupakan
sebuah program komputeryang dirancang untuk menstimulasi percakapan intelektual
dengan satu atau lebih manusia secara audio maupun teks.
2.
PARRY
PARRY ditulis tahun
1972 oleh psikiater Kenneth Colby. PARRY mensimulasi dari schizophrenia
paranoid berdasarkan konsep, konseptualisasi dan kepercayaan (penilaian tentang
konseptualisasi: penerimaan, penolakan, dan netral). PARRY juga menggunakan
strategi percakapan dan merupakan program lanjutan dari ELIZA.
3.
NETTALK
NETTALK adalah jaringan saraf tiruan. Ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan di pertengahan 1980-an oleh Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg. Maksud di balik NETTALK adalah untuk membangun model sederhana yang mungkin menjelaskan kompleksitas pembelajaran tingkat manusia dalam tugas-tugas kognitif, dan pelaksanaannya sebagai model koneksionis yang juga bisa belajar untuk melakukan tugas yang sebanding.
NETTALK adalah jaringan saraf tiruan. Ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan di pertengahan 1980-an oleh Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg. Maksud di balik NETTALK adalah untuk membangun model sederhana yang mungkin menjelaskan kompleksitas pembelajaran tingkat manusia dalam tugas-tugas kognitif, dan pelaksanaannya sebagai model koneksionis yang juga bisa belajar untuk melakukan tugas yang sebanding.
Sumber:
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar. Yogyakarta: C.V
Andi Offset.
Umar, H. (2000). Riset pemasaran dan perilaku konsumen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
McLeod, R., dan Schell, G. P.
(2008). Sistem informasi manajemen.
Jakarta: Salemba Empat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar